MATERI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI

MENJALANI HIDUP PENUH MANFAAT DENGAN MENGHINDARI BERFOYA-FOYA, RIYA', TAKABBUR DAN HASAD


Nama: Riana Puspa Sari 

Kelas: PAI 3D 

Nim: 240101075

Mk : Pembelajaran Berbasis Teknologi 

Dosen Pengampu: ustadz Fery Heryadi M.Pd





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat datang di blog Praktek Mengajar berbasis teknologi. Melalui platform ini, saya menyajikan materi pembelajaran dengan pendekatan digital yang lebih ringkas, terarah, dan mudah diakses. Semoga tampilan dan isi blog ini dapat membantu peserta didik memahami materi secara efektif sekaligus mengikuti perkembangan pembelajaran di era modern😄.

Pendahuluan 

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia pasti menginginkan hidup yang bermakna dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Namun, terkadang manusia mudah tergoda oleh kesenangan dunia yang dapat  menjerumuskannya pada perilaku tercela seperti berfoya-foya, riya’, takabbur, dan hasad. Sifat-sifat tersebut tidak hanya merusak hubungan dengan sesama, tetapi juga menjauhkan seseorang dari ridha Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu, terutama para pelajar, untuk menanamkan sikap sederhana, ikhlas, rendah hati, dan bersyukur agar hidup yang dijalani menjadi penuh manfaat serta bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

A. Menghindari Sifat Hidup Berfoya-Foya

Kebanyakan manusia memiliki cenderungan terhadap uang dan harta melimpah. Meskipun ada manusia yang tidak begitu tertarik dengan harta duniawi, mereka berlaku zuhud dengan lebih mengutamakan kehidupan akhirat. Jenis manusia seperti ini jumlahnya sangatlah kecil. Secara kodrat alamiah, manusia memang memiliki tabiat mencintai harta. Pada saat uang dan hartanya melimpah, perilakunya bisa berubah menjadi lebih konsumtif. Ia akan mudah membuat keputusan untuk membeli barang-barang mewah, meskipun barang tersebut kurang begitu penting bagi diri dan keluarganya. Sesungguhnya gaya hidup seperti itu salah, karena termasuk kategori menghamburkan harta, pemborosan dan berfoya-foya.

Berfoya-foya merupakan pola pikir, sikap dan tindakan yang tidak seimbang dalam memperlakukan harta. Harta merupakan cobaan bagi pemiliknya, jika harta digunakan dengan baik maka harta bisa bermanfaat baginya, sebaliknya kalau harta dikelola secara salah maka akan mencelakakannya. Harta bisa menjadi tercela jika dijadikan tujuan utama oleh pemiliknya, dan dalam proses mencarinya tidak diniatkan untuk beribadah kepada Allah Swt.

1. Contoh dari berfoya-foya:

  • Sering membeli barang bermerek hanya agar terlihat keren di depan teman.
  • Nongkrong di kafe mahal padahal belum tentu mampu secara ekonomi.
  • Menghabiskan uang jajan untuk hal tidak penting, seperti game online berlebihan.

2. Dampak negatif sifat hidup berfoya-foya

Banyak dampak negatif dari sikap hidup berfoya-foya, di antaranya:

  • Terlalu sibuk mengurusi kebahagiaan duniawi, dan melalaikan akhirat.
  • Menimbulkan sifat iri, dengki, dan pamer
  • Dapat memicu frustasi apabila hartanya habis
  • Berpotensi menimbulkan sifat kikir

3. Cara menghindari sifat hidup berfoya-foya:

Agar terhindar dari sifat hidup berfoya-foya, lakukanlah hal-hal berikut ini

  • Membelanjakan harta sesuai dengan skala priorias kebutuhan
  • Membiasakan bersedekah dan membantu orang lain
  • Bergaya hidup sederhana
  • Selalu bersyukur
  • Bersikap rendah hati

B. Menghindari Sifat Riya’ 

Riya’, secara bahasa berarti menampakkan atau memperlihatkan. Secara istilah, riya’ yaitu melakukan ibadah dengan niat supaya mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain.

Riya’ dan merupakan sifat tercela yang menyebabkan amal ibadah menjadi sia-sia. Sifat riya’ bisa muncul pada diri seseorang pada saat melakukan ibadah ataupun setelah melakukannya. Riya’ dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu riya’ khalish dan riya’ syirik. Riya’ khalish yaitu melakukan ibadah hanya untuk mendapat pujian dari manusia semata. Sedangkan riya’ syirik yaitu melakukan suatu perbuatan karena niat menjalankan perintah Allah, dan sekaligus juga karena ingin mendapatkan sanjungan dari orang lain.

1. Contoh sifat Riya' 

  • Rajin salat di mushola hanya ketika ada guru agar terlihat rajin beribadah.
  • Memberi sumbangan saat ada kegiatan sosial hanya supaya disebut dermawan.
  • Membantu teman belajar tetapi kemudian menceritakannya ke orang lain agar mendapat pujian.

2. Dampak negatif perbuatan riya'

  • Muncul rasa tidak puas atas amal yang telah dikerjakan
  • Muncul rasa gelisah saat melakukan amal kebaikan
  • Merusak nilai pahala dari suatu ibadah, bahkan bisa hilang sama sekali
  • Mengurangi kepercayaan dan simpati dari orang lain
  • Menyesal apabila amalnya tidak diperhatikan oleh orang lain
  • Menimbulkan sentimen pribadi dari orang lain karena adanya perasaan iri dan dengki.

3. Berikut ini beberapa cara menghindari sifat riya’:

  • Meluruskan niat
  • Menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah Swt.
  • Memohon pertolongan Allah Swt.
  • Memperbanyak rasa syukur
  • Memperbanyak ingat kematian
  • Membiasakan hidup sederhana.

C. Menghindari Sifat Takabbur

Takabur adalah sikap seseorang yang menunjukkan sifat sombong atau merasa lebih kuat, lebih hebat dibanding orang lain. Orang takabur selalu meremehkan dan merendahkan orang lain, tidak mau mengakui kehebatan dan keberhasilan orang lain, dan menolak kebenaran. Pendapat orang lain dianggap tidak ada gunanya, dan tak mau menerima saran dari orang lain. Sifat takabur termasuk penyakit hati yang sangat dibenci oleh Allah Swt., karena membuat seseorang ingin terus menerus menunjukkan kehebatan dirinya di
hadapan orang lain.

1. Contoh sifat takabur

  • Meremehkan teman yang nilainya lebih rendah.
  • Tidak mau diajak kerja kelompok karena merasa paling pintar.
  • Menganggap hanya dirinya yang pantas menjadi ketua kelas.

2. Sifat takabur akan berdampak negatif bagi kehidupan seseorang, diantaranya:

  • Dibenci oleh Allah Swt. dan rasul-Nya
  • Dibenci dan dijauhi oleh masyarakat
  • Mata hatinya terkunci dari memperoleh hidayah kebenaran
  • Mendapatkan siksa dan kehinaan di akhirat
  • Dimasukkan kedalam neraka.

3. Beberapa cara menghindari sifat takabur di antaranya adalah :

  • Menyadari kekurangan dan kelemahan dirinya
  • Menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara
  • Berusaha selalu menghargai orang lain
  • Bersifat rendah hati (tawadhu’)
  • Ikhlas dalam melakukan ibadah

D. Menghindari Sifat Hasad

Hasad adalah sifat seseorang yang merasa tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain karena memperoleh suatu nikmat dan berusaha menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini muncul pada diri seseorang dikarenakan adanya rasa benci terhadap segala sesuatu yang dimiliki orang lain, baik berupa harta benda ataupun jabatan. Misalnya, ketika ada teman membeli gadget baru, kalian merasa tidak senang dengan keadaan tersebut, sedangkan kalian belum
bisa mempunyai barang tersebut.

1. Contoh sifat Hasad

  • Iri melihat teman mendapat juara kelas atau pujian dari guru.
  • Tidak senang ketika teman terpilih menjadi ketua OSIS.
  • Membicarakan kejelekan teman yang sukses agar terlihat buruk di mata orang lain.

2.Dampak negatif mempunyai sifat Hasad 

  • Menentang takdir Allah Swt
  • Hati menjadi susah
  • Menghalangi keinginan berdoa kepada Allah Swt.
  • Meremehkan nikmat dari Allah Swt
  • Merendahkan martabat orang lain

3. Berikut ini merupakan cara menghindari sifat hasad

  • Meyakini keadilan Allah Swt.
  • Memperbanyak rasa syukur
  • Menjaga sifat rendah hati (tawadhu’)
  • Senang membantu orang lain
  • Mempererat tali silaturahmi
  • Mendahulukan kepentingan umum.

Tahapan pembelajaran terdiri dari beberapa bagian yang harus di akses melalui tautan di bawah ini:
1. Ppt pembelajaran Klik link
2. Video ppt pembelajaran 


2. Mengisi soal Klik link soal dibawah ini 
Link soal

3. Klik link dibawah untuk melihat hasil jawaban 
4. Video Dokumentasi Praktek mengajar berbasis teknologi 




Simpulan 

Menghindari sifat berfoya-foya, riya’, takabbur, dan hasad penting untuk menjaga kebersihan hati dan membentuk akhlak yang baik. Dengan hidup sederhana, ikhlas, rendah hati, dan bersyukur, seseorang dapat terhindar dari penyakit hati tersebut dan menjadi pribadi yang lebih tenang serta berkarakter positif.

Terima kasih telah mengikuti rangkaian pembelajaran melalui blog ini. Saya berharap materi yang tersedia dapat memberikan manfaat nyata dalam proses belajar kalian. Kritik dan saran sangat saya hargai sebagai bentuk perbaikan untuk pembelajaran selanjutnya🙌.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal cerita diriku