MATERI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI
MENJALANI HIDUP PENUH MANFAAT DENGAN MENGHINDARI BERFOYA-FOYA, RIYA', TAKABBUR DAN HASAD
Nama: Riana Puspa Sari
Kelas: PAI 3D
Nim: 240101075
Mk : Pembelajaran Berbasis Teknologi
Dosen Pengampu: ustadz Fery Heryadi M.Pd
Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia pasti menginginkan hidup yang bermakna dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Namun, terkadang manusia mudah tergoda oleh kesenangan dunia yang dapat menjerumuskannya pada perilaku tercela seperti berfoya-foya, riya’, takabbur, dan hasad. Sifat-sifat tersebut tidak hanya merusak hubungan dengan sesama, tetapi juga menjauhkan seseorang dari ridha Allah SWT. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu, terutama para pelajar, untuk menanamkan sikap sederhana, ikhlas, rendah hati, dan bersyukur agar hidup yang dijalani menjadi penuh manfaat serta bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
A. Menghindari Sifat Hidup Berfoya-Foya
Kebanyakan manusia memiliki cenderungan terhadap uang dan harta melimpah. Meskipun ada manusia yang tidak begitu tertarik dengan harta duniawi, mereka berlaku zuhud dengan lebih mengutamakan kehidupan akhirat. Jenis manusia seperti ini jumlahnya sangatlah kecil. Secara kodrat alamiah, manusia memang memiliki tabiat mencintai harta. Pada saat uang dan hartanya melimpah, perilakunya bisa berubah menjadi lebih konsumtif. Ia akan mudah membuat keputusan untuk membeli barang-barang mewah, meskipun barang tersebut kurang begitu penting bagi diri dan keluarganya. Sesungguhnya gaya hidup seperti itu salah, karena termasuk kategori menghamburkan harta, pemborosan dan berfoya-foya.
Berfoya-foya merupakan pola pikir, sikap dan tindakan yang tidak seimbang dalam memperlakukan harta. Harta merupakan cobaan bagi pemiliknya, jika harta digunakan dengan baik maka harta bisa bermanfaat baginya, sebaliknya kalau harta dikelola secara salah maka akan mencelakakannya. Harta bisa menjadi tercela jika dijadikan tujuan utama oleh pemiliknya, dan dalam proses mencarinya tidak diniatkan untuk beribadah kepada Allah Swt.
1. Contoh dari berfoya-foya:
- Sering membeli barang bermerek hanya agar terlihat keren di depan teman.
- Nongkrong di kafe mahal padahal belum tentu mampu secara ekonomi.
- Menghabiskan uang jajan untuk hal tidak penting, seperti game online berlebihan.
2. Dampak negatif sifat hidup berfoya-foya
Banyak dampak negatif dari sikap hidup berfoya-foya, di antaranya:
- Terlalu sibuk mengurusi kebahagiaan duniawi, dan melalaikan akhirat.
- Menimbulkan sifat iri, dengki, dan pamer
- Dapat memicu frustasi apabila hartanya habis
- Berpotensi menimbulkan sifat kikir
3. Cara menghindari sifat hidup berfoya-foya:
Agar terhindar dari sifat hidup berfoya-foya, lakukanlah hal-hal berikut ini
- Membelanjakan harta sesuai dengan skala priorias kebutuhan
- Membiasakan bersedekah dan membantu orang lain
- Bergaya hidup sederhana
- Selalu bersyukur
- Bersikap rendah hati
B. Menghindari Sifat Riya’
Riya’, secara bahasa berarti menampakkan atau memperlihatkan. Secara istilah, riya’ yaitu melakukan ibadah dengan niat supaya mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain.
Riya’ dan merupakan sifat tercela yang menyebabkan amal ibadah menjadi sia-sia. Sifat riya’ bisa muncul pada diri seseorang pada saat melakukan ibadah ataupun setelah melakukannya. Riya’ dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu riya’ khalish dan riya’ syirik. Riya’ khalish yaitu melakukan ibadah hanya untuk mendapat pujian dari manusia semata. Sedangkan riya’ syirik yaitu melakukan suatu perbuatan karena niat menjalankan perintah Allah, dan sekaligus juga karena ingin mendapatkan sanjungan dari orang lain.
1. Contoh sifat Riya'
- Rajin salat di mushola hanya ketika ada guru agar terlihat rajin beribadah.
- Memberi sumbangan saat ada kegiatan sosial hanya supaya disebut dermawan.
- Membantu teman belajar tetapi kemudian menceritakannya ke orang lain agar mendapat pujian.
2. Dampak negatif perbuatan riya'
- Muncul rasa tidak puas atas amal yang telah dikerjakan
- Muncul rasa gelisah saat melakukan amal kebaikan
- Merusak nilai pahala dari suatu ibadah, bahkan bisa hilang sama sekali
- Mengurangi kepercayaan dan simpati dari orang lain
- Menyesal apabila amalnya tidak diperhatikan oleh orang lain
- Menimbulkan sentimen pribadi dari orang lain karena adanya perasaan iri dan dengki.
3. Berikut ini beberapa cara menghindari sifat riya’:
- Meluruskan niat
- Menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah Swt.
- Memohon pertolongan Allah Swt.
- Memperbanyak rasa syukur
- Memperbanyak ingat kematian
- Membiasakan hidup sederhana.
C. Menghindari Sifat Takabbur
1. Contoh sifat takabur
- Meremehkan teman yang nilainya lebih rendah.
- Tidak mau diajak kerja kelompok karena merasa paling pintar.
- Menganggap hanya dirinya yang pantas menjadi ketua kelas.
2. Sifat takabur akan berdampak negatif bagi kehidupan seseorang, diantaranya:
- Dibenci oleh Allah Swt. dan rasul-Nya
- Dibenci dan dijauhi oleh masyarakat
- Mata hatinya terkunci dari memperoleh hidayah kebenaran
- Mendapatkan siksa dan kehinaan di akhirat
- Dimasukkan kedalam neraka.
3. Beberapa cara menghindari sifat takabur di antaranya adalah :
- Menyadari kekurangan dan kelemahan dirinya
- Menyadari bahwa hidup di dunia hanya sementara
- Berusaha selalu menghargai orang lain
- Bersifat rendah hati (tawadhu’)
- Ikhlas dalam melakukan ibadah
D. Menghindari Sifat Hasad
1. Contoh sifat Hasad
- Iri melihat teman mendapat juara kelas atau pujian dari guru.
- Tidak senang ketika teman terpilih menjadi ketua OSIS.
- Membicarakan kejelekan teman yang sukses agar terlihat buruk di mata orang lain.
2.Dampak negatif mempunyai sifat Hasad
- Menentang takdir Allah Swt
- Hati menjadi susah
- Menghalangi keinginan berdoa kepada Allah Swt.
- Meremehkan nikmat dari Allah Swt
- Merendahkan martabat orang lain
3. Berikut ini merupakan cara menghindari sifat hasad
- Meyakini keadilan Allah Swt.
- Memperbanyak rasa syukur
- Menjaga sifat rendah hati (tawadhu’)
- Senang membantu orang lain
- Mempererat tali silaturahmi
- Mendahulukan kepentingan umum.

Syukron
BalasHapus